Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Produksi ASI Kurang

Category: ASI dan MPASI

HAMPIR semua ibu yang baru melahirkan dapat memproduksi ASI yang tidak hanya cukup untuk satu, bahkan bisa untuk dua orang bayi bila ibu memiliki bayi kembar. Namu, sebagian ibu merasa kurang percaya diri dengan produksi ASInya sehingga cenderung menganggapnya kurang dan timbul rasa was-was jangan-jangan si kecil masih lapar. Padahal bisa jadi karena jarangnya isapan bayi serta kurang efektifnya isapan tersebut.

Tanda Bayi Kurang ASI

  • Kenaikan berat badan kurang dari 500 gram sebulan atau setelah usia 2 minggu berat bayi yang pada hari-hari pertama cenderung menurun, belum kembali mencapai berat lahir.
  • Jumlah kencing bayi sedikit dan terkonsentrasi, yaitu kurang dari 6 kali sehari, berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Bayi tidak puas setelah menyusu.
  • Bayi sering menangis.
  • Bayi menolak disusui.
  • Kotoran bayi keras, kering dan berwarna hijau.
  • Payudara ibu tidak membesar selama hamil.
  • Setelah melahirkan ASI tidak keluar.

Mengapa Bayi Kurang ASI?

Bayi yang kekurangan ASI bisa disebabkan oleh beberapa hal termasuk juga faktor penyebabnya, bisa bersumber pada ibu maupun pada bayinya. Penyebab yang paling sering adalah karena faktor menyusui dalam hal ini adalah cara pemberian ASI yang salah maupun perlakuan terhadap bayi yang keliru. Faktor psikologis ibu juga ditengarai sebagai penyebab paling sering mengapa bayi kekurangan ASI.

Faktor Menyusui:

  • Pemberian ASI atau penyusuan yang tertunda.
  • Perlekatan yang tidak sempurna.
  • Penyusuan yang jarang atau dilakukan dengan singkat.
  • Tidak menyusui pada malam hari.
  • Pemberian botol dan empeng (pacifier).
  • Pemberian minuman selain ASI.

Faktor Psikologis:

  • Kurang percaya diri.
  • Khawatir atau stress.
  • Terlalu lelah.
  • Tidak suka menyusui.
  • Baby blues (stress setelah melahirkan).

Di samping penyebab di atas masih ada lagi penyebab mengapa bayi kurang ASI, walaupun hal ini jarang terjadi:

  • Penggunaan pil kontrasepsi, obat diuretik (untuk peningkatan pengeluaran urine).
  • Kehamilan berikutnya semasa menyusui.
  • Kekurangan gizi yang cukup berat.
  • Penggunaan alkohol atau merokok.
  • Retentio plasentae (tersisanya jaringan plasenta dalam rahim).
  • Payudara yang kurang berkembang (ini sangat jarang terjadi).
  • Bayi dalam kondisi sakit atau terdapat kelainan seperti bibir sumbing sehingga sulit menghisap.
Bagaimana, sudah jelaskan, jika Anda merasa bahwa ASI Anda tidak mencukupi, sebaiknya lihat dulu apakah memang benar ASI Anda kurang. Kalau memang kurang segera cari tahu apa penyebabkan dan konsultasikan juga ke dokter sehingga dapat diatasi dengan tepat.