Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Wanita dan Osteoporosis

Category: Berita Kesehatan

osteoporosisOSTEOPOROSIS adalah keadaan dimana berkurangnya kepadatan tulang. Tulang merupakan jaringan hidup yang mengalami proses metabolik aktif. Terutama terjadi pada jaringan tulang yang sudah tua diganti dengan jaringan yang baru.

Pada masa kanak-kanak hingga dewasa Proses Remodeling Tulang mengarah pada pembentukan tulang hingga dicapai kepadatan tulang maksimum pada usia 30-an. Selanjtunya Remodeling akan bergeser ke percepatan perombakan tulang yang menyebabkan kepadatan tulang berkurang sehingga dapat terjadi osteoporosis.

Kehilangan masa tulang yang menyebabkan osteoporosis secara umum dimulai sekitar usia 40 tahun. Namun kejadiannya meningkat pada wanita pre menopause dan pasca menopause, kehilangan masa tulang semakin cepat.

Salah satu ancaman yang dihadapi oleh manusia menopause adalah terjadinya patah tulang karena osteoporosis. Penurunan hormon estrogen pada wanita menyebabkan penurunan aktifitas osteoblast dan peningkatan osteoclast sehingga mempercepat terjadinya osteoporosis. Ini disebut osteoporosis primer, sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit lain.

Wanita baru menyadari terjadinya osteoporosis ketika sudah mengalaminya. Dan kebanyakan sadar akan ancamannya tersebut saat menopause telah tiba. Dengan perubahan produksi hormon pada wanita menyebabkan deposit kalsium dalam tulang terganggu. Sehingga diperlukan asupan kalsium yang cukup setiap harinya. Selain itu diperlukan juga sinar matahari dan vitamin D3, serta antioksidan seperti vitamin A, C, E dan selenium.

Oleh karena itu, wanita menopause selain memerlukan kecukupan asupan kalsium perlu mengkonsumsi antioksidan yang didapat pada makanan maupun minuman sehari-hari.