Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Kontroversi Puyer, Membuat Masyarakat Bingung

Category: Berita Kesehatan

JAKARTA - Kontroversi berbahaya atau tidaknya obat puyer masih mengemuka. Tampaknya, kontroversi ini dapat membingungkan masyarakat. Untuk itu, kontroversi ini diminta untuk diakhiri. "Kelebihan dan kekurangan dalam pemberian obat bentuk sediaan puyer ternyata menjadi bahan komoditas kontroversi di antara klinisi yang berakibat kebingungan dalam masyarakat penggunanya," ujar Dr Widodo Judarwanto SpA dari Klinik Alergi Anak Rumah Sakit Bunda Jakarta, dalam artikel yang diterima okezone, Jumat (13/2/2009).

Dia mengatakan, selain membuat bingung masyarakat, kontroversi ini juga rawan dapat ditunggangi oleh beberapa pihak demi kepentingan kelompoknya. Widodo menjelaskan, dalam bisnis Farmasi ternyata cukup terpukul dengan adanya bentuk sediaan obat puyer ini.

"Dalam beberapa survei, didapatkan penggunaan puyer jauh melampaui penggunaan sediaan sirup. Bahkan terdapat supervisor sebuah perusahaan farmasi hengkang dari pekerjaaannya gara-gara omzet obat sirupnya hancur dikalahkan penggunaan obat puyer," papar Widodo.

Dia menerangkan, dalam pengobatan moderen barat, pada awalnya puyer merupakan salah satu bentuk sediaan yang luas digunakan di seluruh dunia, terutama untuk penggunaan obat racikan atau campuran.

Menurut dokter spesialis anak ini, puyer (powder) atau pulvis adalah salah satu bentuk sediaan obat yang biasanya didapat dengan menghaluskan atau menghancurkan sediaan obat tablet atau kaplet yang biasanya terdiri atas sedikitnya dua macam obat. "Namun, dengan kemajuan teknologi sediaan obat yang diberikan berkembang dalam bentuk sediaan seperti kapsul, sirup, atau injeksi," jelasnya.

Widodo menambahkan, terdapat berbagai kekurangan dan kelebihan dari berbagai bentuk sediaan obat tersebut. Bentuk sediaan obat puyer lebih sering digunakan oleh dokter anak, karena selain lebih mudah memberikan takaran dosis, lebih praktis, lebih murah, atau kadang tidak ada sedian obat sirup pada jenis obat tertentu.

"Sedangkan sediaan kapsul atau sirup jadi lebih mahal, kadang tidak praktis karena kesulitan mengatur dosis tetapi rasanya lebih enak. Di samping itu, masih banyak terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing sediaan obat tersebut," imbuhnya.

Faktanya, kata Widodo, ilmu meracik puyer adalah pelajaran wajib bagi pendidikan mahasiswa kedokteran di tingkat awal. Bahkan banyak didapatkan kepustakaan dan buku pegangan untuk ilmu meracik puyer yang ditulis oleh ahli farmasi dan kedokteran.

"Dalam hal ini ilmu meracik puyer adalah hal legal dan menjadi tindakan medis yang wajar dilakukan dalam dunia kedokteran. Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan puyer berdampak buruk," pungkasnya. (nov)

(Sumber: news.okezone.com)