Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Mencegah dan Mengatasi Infeksi Mata

MATA anak Anda pernah terasa gatal, memerah dan beleknya (tahi mata) berlebih hingga hampir menutupi penglihatan? Hati-hati! Bila tidak segera diobati, penyakit ini bisa menulari orang lain dan gawatnya satu keluarga bisa tertular semua. Pink eye adalah keadaan infamasi atau infeksi pada konjungtiva (membran transparan yang berada di antara kelopak mata, atau lebih mudahnya bagian putih mata), sehingga juga dikenal dengan istilah konjungtivitis. Inflamasi akan menyebabkan pembuluh-pembuluh darah kecil pada konjungtiva melebar keseluruhan sehingga akan menyebabkan mata menjadi pink atau merah.

Pink eye dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, reaksi alergi, dan pada beberapa kasus bayi baru lahir dapat karena belum terbuka sempurnanya air mata tapi akan mudah menyebar pada mata sebelahnya.

Infeksi virus, umumnya berhubungan dengan infeksi saluran napas atas atau common cold. Jika disebabkan infeksi virus, gejalanya mata akan berair, merah, disertai rasa mengganjal.

Infeksi bakteri, umumnya disebabkan bakteri Staphylococcus, dan Pneumoccocus. Selain gejala-gejala seperti di atas, mata akan terasa sakit dan ditutupi sekret (belek) berwarna kuning kehijauan. Mata juga sangat lengket dan sukar dibuka terutama saat bangun tidur pagi. Penderita juga merasa seperti kelilipan atau rasa mengganjal pada mata (seperti ada benda masuk ke dalam mata).

Karena alergi, umumnya langsung mengenai sepasang mata, disertai rasa gatal, mata berair dan terdapat pembengkakan kelopak mata. Pada beberapa pembengkakan dan tampak gambaran seperti kantong bening berisi cairan.

Pada bayi baru lahir, saluran air mata belum terbuka sempurna, selain mata tampak merah, bayi akan terlihat seperti mengeluarkan air mata terus (di bagian mata dekat hidung) walaupun sedang tidak menangis.

Pink eye hanya mengenai bagian mata dan jarang mengganggu penglihatan. Namun pada kasus alergi bisa disertai hidung tersumbat dari iritasi pada kulit sekitar mata jika mata terus menerus mengeluarkan air. Pada infeksi mata berat, infeksi dapat menyebar ke arah hidung.

Lantas, bagaimana cara untuk menanganinya?

Harus dibedakan berdasarkan penyebabnya. Pada infeksi virus, dengnan memberikan kompres dingin dan lubrikan atau tetes air mata buatan untuk mengurangi gejala. Pada beberapa kasus, dapat diberikan tetes mata anti inflamasi. Infeksi virus umumnya memburuk pada hari ketiga sampai lima dan membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang dari tiga minggu. Pada infeksi bakteri akan diberikan antibiotik berupa tetes mata atau salep mata sesuai gambaran klinis dan derajat keparahan.

Pada kasus alergi, kompres dingin dan tetes air mata buatan juga akan meringankan gejala. Selain itu, dokter dapat memberikan bermacam obat tergantung klinis. Yang penting diingat, jangan biarkan anak menggosok-gosok matanya, karena akan memicu reaksi alergi menjadi lebih berat.

Sementara itu, untuk langkah pencegah penularan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  1. Jangan berenang saat sedang terinfeksi.
  2. Jangan saling meminjam handuk.
  3. Bedakan sarung bantal penderita dengan angota keluarga lain.
  4. Lebih aman menggunakan tisu (sekali pakai buang) dibanding saputangan.
  5. Rajin mencuci tangan.
  6. Tidak saling pinjam obat tetes mata.
Langkah-langkah ini penting dilakukan orangtua karena bayi yang sedang terinfeksi berpotensi menularkan kepada anggota keluarga lain, termasuk orangtua sendiri. Begitu juga sebaliknya. Anak-anak yang sedang terinfeksi sebaiknya tidak masuk sekolah sampai dinyatakan sembuh.