Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Apa Itu Postpartum Depression?

Category: Kehamilan

POSTPARTUM Depression hampir sama dengan Baby Blues Syndrome, perbedaan keduanya terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala-gejala yang timbul. Pada Postpartum Depression, Anda akan merasakan berbagai gejala yang ada pada Baby Blues Syndrome tapi dengan intensitas yang lebih sering, lebih hebat serta lebih lama.

Bagaimana cara membedakannya?

Sebenarnya caranya mudah. Salah satunya adalah dengan memperhatikanpola tidur si ibu. Jika ketika ada orang lain menjaga bayi, si ibu bisatertidur, maka besar kemungkinan si ibu hanya menderita Baby BluesSyndrome (BBS). Namun jika si ibu sangat sulit tertidur walaupunbayinya dijaga oleh orang lain, maka mungkin tingkat depresinya sudahtermasuk ke dalam Postpartum Depression (PPD).

Beberapa Gejala Postpartum Depression:

  1. Cepat marah.
  2. Bingung.
  3. Mudah panik.
  4. Merasa putus asa.
  5. Perubahan pola makan dan tidur.
  6. Ada perasaan takut bisa menyakiti bayinya.
  7. Ada perasaan khawatir tidak bisa merawat bayinya dengan baik.
  8. Timbul perasaan bahwa ia tidak bisa menjadi ibu yang baik.

Gejala PPD bisa berlangsung hingga 1 tahun setelah kelahiran bayi dan pada kasus PPD akut, si ibu bisa saja bunuh diri atau menyakiti bayinya sendiri.

Apa Penyebab PPD?

Walaupun hingga artikel ini ditulis tidak ada yang tahu pasti penyebabtimbulnya PPD, namun berbagai faktor berikut sepertinya sangatberpengaruh:

  1. Perubahan hormon si ibu.
  2. Tekanan menjadi ibu baru.
  3. Ada sejarah keluarga terkait dengan depresi.
  4. Kurangnya bantuan ketika melahirkan.
  5. Merasa terisolasi.
  6. Kelelahan.