Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Memilih Olahraga Hamil yang Tepat

Category: Kehamilan

PILIHLAH jenis latihan yang tepat bagi anda, meskipun mungkin anda dapat melanjutkan olahraga atau kegiatan yang sudah anda mahiri. Tidak dianjurkan untuk memulai jenis olahraga atau kegiatan baru selama kehamilan. Latihan-latihan yang dapat dilakukan oleh semua orang selama kehamilan, diantaranya adalah :

  • Berjalan cepat.
  • Berenang pada air yang dangkal, dengan air yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Mengayuh sepeda latihan dengan taraf kesulitan dan kecepatan yang nyaman.
  • Latihan kalistenik yang dirancang khusus untuk wanita hamil.
  • Latihan kebugaran panggul (Latihan Kegel).
  • Latihan relaksasi rutin.
Latihan-latihan bagi para atlit yang berpengalaman dan terlatih selama kehamilan antara lain:
  • Jogging, sampai 2 mil per hari.*
  • Tennis ganda (tetapi bukan tennis tunggal, yang mana akan terlalu berat).
  • Bermain ski di pegunungan di bawah 10.000 kaki.
  • Angkat besi ringan, asal saja dihindari teknik Valsalva (menahan nafas dan menegangkan tubuh).
  • Bersepeda.
  • Meluncur di es (dengan sangat berhati-hati).
Latihan-latihan yang harus dihindari bahkan oleh seorang atlit terlatih, karena beresiko besar seperti:
  • Jongging lebih dari 2 mil per hari.*
  • Olahraga berkuda.
  • Ski air.
  • Menyelam dan melompat indah.
  • Menyelam dengan scuba (alat menyelam dapat menghambat peredaran darah; gangguan dekompresi/kesulitan bernafas karena perbedaan tekanan udara dapat membahayakan janin).
  • Lari cepat (terlalu banyak oksigen yang dibutuhkan dengan cepat).
  • Ski menuruni bukit (risiko terjatuhnya sangat besar).
  • Ski di pegunungan yang lebih tinggi dari 10.000 kaki (tempat yang tinggi membuat ibu dan janin kekurangan oksigen).
  • Bersepeda di trotoar yang basah atau jalan yang berangin besar (kemungkinan terjatuhnya besar), dan bersepeda dengan membungkuk ke muka seperti pembalap (dapat menyebabkan sakit punggung).
  • Olahraga dengan kontak fiksi, seperti sepak bola (risiko terluka).
  • Latihan kalistenik yang tidak dirancang khusus untuk kehamilan. Termasuk disini adalah latihan-latihan di mana bagian perut tertarik (misalnya 'sit up' dan mengangkat kedua kaki sekaligus); latihan yang dapat memaksa udara masuk ke vagina (seperti latihan 'mengayuh sepeda' dalam posisi terlentang, berdiri di atas pundak atau latihan dimana lutut didekatkan ke arah dada dalam posisi tangan dan kaki di lantai; latihan-latihan yang meregangkan bagian dalam otot paha (seperti duduk di lantai dengan kedua telapak kaki bertemu dan lutut ditekan-tekankan ke lantai); latihan yang menyebabkan punggung bagian bawah melengkung ke bagian dalam; latihan yang membutuhkan posisi 'jembatan' (melengkungkan tubuh ke belakang) atau sejenisnya; atau latihan di mana sendi sangat dilekukkan atau direntangkan (seperti melekukkan lutut ke dalam), meloncat turun, berlompat-lompat di tempat, perubahan arah yang mendadak, atau gerakan menyentak.
  • Beberapa wanita yang sangat bugar dapat melanjutkan program latihan yang keras selama kahamilan tanpa terjadinya akibat-akibat yang negatif, tetapi tidaklah jelas apakah hal ini selalu aman. Bicaralah dengan dokter anda sebelum anda melakukannya.
* jangan menunggu sampai tubuh anda memberi tanda bahwa anda sudah terlalu panas, berhentilah sebelum anda mencapai tahap tersebut.

(Sumber : Buku Kehamilan: Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan)