Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Mual Muntah Dalam Kehamilan

Category: Kehamilan

MESKIPUN belum diketahui penyebabnya, mual muntah dalam masa kehamilan berhubungan dengan perubahan kadar hormonal dalam tubuh wanita hamil. Ketika wanita hamil maka akan terjadi peningkatan kadar Homor chorionic gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta (ari -ari). Hormon ini berfungsi untuk menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur, yang berdampak pada kehamilan agar sehat dan lancar.

Namun selain itu, hormon ini diduga berefek menimbulkan mual dan muntah terlebih pada tiga bulan kehamilan (trimester pertama) dan akan turun kembali setelah bulan keempat. Oleh karena itu mual muntah ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah memasuki bulan keempat. Disamping hormon HCG ini, hormon estrogen dianggap juga turut menjadi penyebab mual muntah pada wanita hamil.

Mengenal Bahaya Hiperemesis Gravidarum

Mual muntah dalam masa kehamilan adalah suatu yang normal dan berlangsung hanya pada trimester pertama, namun terkadang timbul mual muntah yang sangat parah yang disebut Hiperemesis Gravidarum . Tanda - tandanya adalah sebagai berikut :

  • Berat badan turun 2,5 s/d 5 kg atau lebih selama trimester pertama.
  • Tidak dapat menelan makanan atau minuman apapun selama 24 jam terakhir.
  • Air kencing berwarna kuning sangat gelap atau tidak kencing selama 8 jam terakhir.
  • Muntah sangat sering kadang bisa setiap jam atau lebih.
  • Mual sangat hebat sehingga selalu muntah saat makan.

Oleh karena itu, kita harus mewaspadai hal ini dan harus segera menghubungi dokter Anda. Jika dibiarkan bisa menimbulkan kematian bagi ibu dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

Tips untuk mencegah mual muntah :

  • Menghindari makanan berbau tajam, asap rokok atau parfum yang berbau menyengat yang dapat menjadi pemicu mual muntah.
  • Beberapa suplemen makanan dapat membantu mengurangi mual muntah seperti minuman jahe atau vitamin B6.
  • Makanlan makanan yang diinginkan ketika tubuh mampu menerimanya.
  • Jangan segera berbaring setelah makan, sebaiknya duduk tegak selama beberapa saat agar tidak kembung atau mual.
  • Hindari banyak minum saat makan, tunggulah 30 menit setelah makan baru minum air. Di luar waktu makan Anda diharapkan untuk minum lebih banyak.
  • Makanlah dalam porsi yang sedikit namun sering (tiap 2-3 jam) untuk menghindari mual tanpa beresiko kekurangan gizi.
  • Pola makan yang lengkap dan seimbang.
  • Istirahat yang cukup.
  • Konsultasi ke dokter kandungan Anda jika mual muntah masih berlanjut.