Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Menjelang Persalinan

Category: Kehamilan

PERSALINAN yang cukup bulan biasanya mulai terjadi pada minggu ke 37 sampai dengan minggu ke 40. Namun akan lebih baik jika si calon ibu sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi persalinan di minggu ke 32 sampai minggu ke 34. Karena dalam rentang waktu itu akan terjadi berbagai perubahan-perubahan hormonal dan anatomis yang mengarah pada proses persalinan. Oleh karena itu seorang ibu harus mempersiapkan diri baik secara mental maupun fisik.

Persalinan yang aman seharusnya berjalan dalam koridor yang normal, yaitu mencakup 3P; power atau tenaga, passanger atau janin dan passage atau jalan lahir. Ketika hal tersebut harus diperhatikan demi keselamatan ibu dan bayi ketika persalinan terjadi. Agar memiliki tenaga maka perlu melakukan olahraga bagi ibu hamil secara teratur. Janin kalau bisa memiliki berat di bawah 4 kg dalam kondisi yang sehat tanpa tanda-tanda kegawatan. Jalan lahir harus dipastikan bisa untuk dilewati dengan melihat kesesuaian besar janin dengan jalan lahir biasanya bisa dipastikan ketika penurunan kepala sudah terjadi secara mantap dan gradual di jalan lahir.

Tahap-tahap persalinan yang perlu diketahui antara lain:

  • Mulut rahim atau serviks memendek, melunak, dan menipis.
  • Terjadi kontraksi secara teratur dan semakin sering terjadi.
  • Terjadi proses pembukaan, pada anak pertama adalah 1cm tiap jam dan pada anak berikutnya adalah 2 cm tiap jamnya.
  • Pecah ketuban terjadi saat pembukaan lengkap atau hampir lengkap.
Pecah ketuban pada umumnya terjadi saat pembukaan lengkap atau hampir lengkap, namun jika terjadi sebelum fase persalinan dinamakan ketuban pecah dini, tandanya si ibu merasakan seperti ada sesuatu yang pecah atau meletus dan diikuti oleh keluarnya cairan berbau amis yang banyak dari vagina. Ibu harus segera ke rumah sakit kalau sudah pecah ketuban, karena berisiko kekeringan dan kemungkinan infeksi intrauterin. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan mengupayakan persalinan kalau kehamilan sudah cukup bulan.

Bius Pada Operasi Cesar

Saat ini hampir semua operasi cesar menggunakan bius regional (spinal atau epidural). Untuk bius total masih digunakan pada kondisi-kondisi khusus/emergensi dan ketiadaan ahli anetesi spinal adalah pasien tetap sadar, bisa mengontrol pernafasannya sendiri dan bayi yang lahir tidak terpengaruh obat bius sehingga tangisannya akan lebih kencang.

Setelah operasi, ibu dapat langsung minum tanpa menunggu buang angin dulu seperti pada bius total. ILA (intrathecal labor analgesia) adalah istilah untuk menghilangkan nyeri pada persalinan normal (painless labor) dengan menggunakan teknik yang sama dengan spinal/epidural.

Jangan khawatir bagi ibu yang memiliki panggul kecil, tidak selalu harus menjalani operasi cesar. Pada sebagian besar ibu yang kecil, anaknya juga berukuran kecil sehingga memungkinkan persalinan normal, jarang sekali terjadi ibu dengan tinggi 140 cm memiliki anak dengan berat 4 kg. Yang penting dinilai adalah kemajuan persalinannya, yaitu progresifitas pembukaan dan penurunan kepala.

Yang perlu diwaspadai pada kehamilan trimester III adalah keluar air (pecah ketuban), pendarahan (plasenta previa atau solusio plasenta), sakit kepala, mata kabur, nyeri ulu hati (preeklampsia berat), kejang (eklampsia) dan demam tinggi (infeksi).

Seorang ibu sudah harus benar-benar siap secara fisik dan mental untuk melahirkan, terutama pada kehamilan pertama. Ada baiknya ibu mengunjungi rumah sakit tempat akan bersalin dan berkenalan dengan petugas di sana agar terjalin keakraban yang akan sangat membantu proses persalinan. Pengetahuan tentang proses persalinan dan tahap-tahap yang akan dijalani juga dapat membuat ibu merasa lebih siap untuk melahirkan. Olahraga ringan, latihan relaksasi, dan latihan pernapasan juga tidak kalah penting agar ibu fit selama persalinan.