Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Kecelakaan Pada Kehamilan

Category: Kehamilan

KELANGSUNGAN hidup janin banyak dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kondisi gizi, kesehatan ibu, obat-obatan ataupun gaya hidup ibu hamil. Bayi yang mungil dan lucu akan Anda lahirkan jika tidak ada hambatan selama masa kehamilan yaitu dalam kurun waktu 9 bulan 10 hari. Namun, sebelum periode kelahiran datang, kelangsungan hidup janin bisa saja mendapatkan ancaman yang bisa membahayakan kelangsungan hidupnya.

Keguguran Dini

Keguguran atau aborsi spontan adalah hilangnya janin dari dalam rahim secara tiba-tiba sebelum mampu hidup di dunia luar. Risiko keguguran paling besar terjadi pada trimester pertama. sekitar 10-15 persen kehamilan berakhir dengan keguguran spontan selama tiga bulan pertama.

Faktor penyebab aborsi spontan bisa faktor janin atau faktor ibu. Faktor janin misalnya pertumbuhan zygote yang abnormal atau mengalamai kelainan telur (trisomi, poliploidi). Ini mengakibatkan sel telur yang telah dibuahi gagal tumbuh. Keguguran juga bisa diakibatkan adanya masalah saat awal perkembangan janin, seperti implantasi sel telur di dinding rahim tidak sempurna. Sedangkan faktor ibu seperti jumlah hormon kehamilan yang dihasilkan ibu tidak mencukupi atau terjadi reaksi imn terhadap embrio.

Keguguran Pada Kehamilan Tua

Kondisi ini berarti Anda kehilangan bayi antara akhir trimester pertama hingga usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ibu yang lebih besar menyebabkan terjadinya keguguran seperti kondisi leher rahim atau rahim, obat-obatan yang dikonsumsi atau adanya masalah pada plasenta. Gejalanya berupa keluarnya bercak berwarna merah muda atau coklat selama beberapa minggu.

Pecahnya Plasenta

Satu dari empat kasus perdarahan yang terjadi pada kehamilan tua disebabkan oleh pecah atau lepasnya plasenta sebelum waktunya. Risiko ini meningkat pada wanita paruh baya yang pernah melahirkan sebelumnya, merokok, memiliki tekanan darah tinggi atau pernah mengalami kasus ini sebelumnya. Pecahnya plasenta juga disebabkan oleh pendeknya tali plasenta atau trauma kecelakaan.

Ketuban Pecah

Pecahnya ketuban seharusnya terjadi menjelang proses persalinan. Namun beberapa wanita mengalami pecah ketuban terlalu dini bahkan terlalu lambat sehingga harus dipecahkan dengan sengaja. Penyebabnya belum jelas, ada kemungkinan membran yang membungkus janin kurang lentur dan kuat akibat enzim kolase yang diproduksi oleh bakteri tertentu.

Meninggal Di Dalam Rahim (Still Birth)

Jika janin tiba-tiba tidak bergerak selama beberapa jam, waspadai kemungkinan janin meninggal di dalam rahim. Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Terlepasnya plasenta sebelum waktunya atau preklamsia (kehamilan dengan komplikasi darah tinggi). Asupan oksigen dan nutrisi untuk janin yang mengalami gangguan juga bisa menjadi penyebabnya.
  • Infeksi yang terjadi pada usia kehamilan 24-27 minggu bisa menyebabkan kematian janin. Ibu hamil biasanya tidak mengetahui keadaan ini.
  • Kecelakaan pada tali pusat, trauma, ibu hamil dengan penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan usia kehamilan lebih dari 42 minggu.
  • Janin yang kecil dan tidak tumbuh sesuai dengan usianya juga berisiko meninggal akibat asfiksia (kekurangan oksigen) baik sebelum atau sesudah dilahirkan.
  • Cacat lahir yang disebabkan oleh kelainan kromosom menjadi penyebab still birth dengan prosentase 5-10%.
Risiko still birth bisa dikurangi dengan perawatan kehamilan yang baik dan menghindari paparan infeks, merokok, alkohol maupun mengkonsumsi obat-obatan. Kasus kecelakaan selama kehamilan terutama keguguran kandungan sangat sering terjadi. Ini mengindikasikan sebagian besar wanita kurang mengetahui pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan kehamilan.

Salah satu langkah yang selalu dianjurkan adalah melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan. Selain itu, dukungan suami dan keluarga serta lingkungan di sekitar ibu hamil sangat dibutuhkan agar proses persalinan berjalan aman.