Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Makanan Perusak Gigi Balita

Category: Perawatan Bayi

BANYAK makanan yang berpotensi merusak gigi balita anda, makanan apa sajakah itu?

Karbohidrat

Menurut dr. Yolin Marlisa dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, jenis karbohidrat yang dapat merusak gigi adalah:

  1. Golongan padi-padian atau gandum (dalam bentuk tepung-tepungan).
  2. Golongan buah-buahan dalam bentuk segar, kaleng dan kering.
  3. Makanan dengan bahan utama karbohidrat yang ditambahkan gula atau pemanis seperti cake, muffin, kue kering dan lain-lain.

Kerusakan terjadi karena gula dari hasil penguraian karbohidrat dalam tubuh akan menghasilkan asam yang secara perlahan dapat memicu timbulnya masalah kerusakan gigi misalnya timbulnya lubang, sariawan, pembengkakan pada gusi penyangga gigi. Juga timbulnya infeksi pada jaringan penyanga gigi yang mengikat gigi dengan tulang rahang sehingga gigi menjadi goyang dan akhirnya terlepas dari tempatnya.

Lemak

Sama seperti gula, glukose yang terdapat dalam lemak dapat merusak gigi. Jika makanan yang mengandung banyak lemak tertinggal lama pada gigi dan disela-sela gigi akan cepat membentuk asam yang akhirnya gigi pun akan menjadi rusak.

Gula

Terdiri dari maltsa, sukrosa dan gluksa. Tapi hanya jenis glukosa yang dapat merusak gigi. Glukosa banyak terdapat di dalam permen, madu dan marshmallow.

Berikut ada beberapa tips untuk menghindari kerusakan gigi:

  • Biasakan anak anda selalu menggosok gigi sebelum tidur. Saat tidur, air liur tidak berjalan sebagai mana mestinya sehingga akan tetap berada di dalam mulut. Air liur ini membantu bakteri untuk membusukkan sisa-sisa bahan makanan yang menempel pada gigi dan sela-sela gigi.
  • Biasakan anak anda untuk berkumur terutama setelah mengkonsumsi makanan yang manis dan setelah minum susu, karena hal ini dapat membantu mengurangi sisa makanan yang menempel pada gigiĀ  dan disela-sela gigi, serta mengencerkan zat asam dalam mulut.
  • Lakukan perawatan gigi dan mulut secara rutin dan berkala dengan mengunjungi klinik dokter gigi. Perawatan semasa balita sangat menentukan kesehatan gigi dan mulut pada usia dewasa.
  • Lakukan pergantian sikat gigi tiap 4-6 minggu sekali.