Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Kegunaan Bedong

Category: Perawatan Bayi

membungkus bayi atau bedong

TRADISI membedong bayi yang baru lahir, memang sudah berlangsung sejak lama. Bukan orang Indonesia saja yang biasa membedong bayinya, tapi juga banyak digunakan di seluruh masyarakat Asia bahkan dunia. Bedong atau swaddling sebenarnya dilakukan untuk membuat si kecil menjadi merasa nyaman dan aman. Logikanya, ketika dibedong bayi akan merasa seperti dipeluk atau diingatkan pada suasana di dalam rahim ibu. Perasaan aman ini akan membantu si kecil menjadi tidur lebih lelap dan mengurangi efek terkejut atau hynogogic startles, yaitu gerakan terkejut yang normal terjadi bahkan oleh orang dewasa sekalipun. Biasanya, di usia 1-2 bulan, efek ini akan berkurang dengan sendirinya.

Hanya saja, efek terkejut ini kadang mengganggu kelelapan tidur si kecil sehingga ia sering terbangun dan menangis. Dengan bantuan bedong, bayi akan lebih mudah mengatasi refleks terkejut sehingga tidurnya tidak terlalu terganggu. Dari penelitian yang dilakukan di sebuah universitas di Amerika, memperlihatkan bayi-bayi yang dibedong umumnya tidur lebih baik daripada bayi yang tidak dibedong.

Kegunaan bedong lainnya adalah memudahkan ibu mencari posisi yang pas saat baru belajar menyusui bayinya. Menyusui untuk pertama kali bukanlah hal yang mudah bagi ibu maupun bayi. Berbagai cara akan banyak dilakukan untuk mendapatkan posisi menyusui yang nyaman, sehingga bayi akan tidak sabar dan banyak melakukan gerakan. Dengan menggunakan bedong, bayi akan jauh lebih tenang dan memudahkan ibu mencari posisi menyusui senyaman mungkin.

Namun demikian, Anda tidak perlu membedongnya terlalu ketat sebab akan membuat bayi sesak nafas dan kepanasan. Akibatnya akan meningkatkan resiko bayi mengalami pnemonia dan infeksi pernafasan akut lainnya. Pnemonia terjadi karena adanya infeksi saluran pernafasan akibat paru-paru yang tidak dapat mengembang dengan sempurna saat bernafas.

Kiat lainnya, upayakan untuk membedong bayi dengan bedong yang tipis namun cukup hangat. Jangan membedong bayi dengan kain berlapis-lapis, cukup satu saja. Bila si kecil tidak suka dibedong jangan dipaksa, atau membiarkan tangannya tidak ikut dibedong agar ia bebas bergerak. Hindari membedong bayi hingga ke bahu karena akan menggangu pernafasannya.

Belakangan ini, ada juga ibu-ibu yang tidak mau membedong bayinya agar ia bisa bebas bergerak. Terutama bila ibu mampu memberikan kenyamanan dan kehangatan tanpa harus menggunakan bedong. Pendapat ini juga sah-sah saja, karena fungsi bedong hanyalah memberikan kenyamanan dan kehangatan si kecil serta memudahkan ibu dalam menyusui bayinya. Tanpa membedong, kaki bayi juga akan tetap lurus pada masanya.

Gambar: sleepytimestore.com