Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Mengatasi Keadaan Darurat

Category: Perawatan Bayi

KEADAAN darurat bisa menimpa siapa saja kapan saja. Yang penting Anda tetap tenang dan memiliki langkah pencegahan yang tepat. Berikut ini ada beberapa keadaan darurat yang sebaiknya Anda memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana menangani keadaan ini dengan benar agar bisa meminimalisasi resiko yang mungkin timbul jika kondisinya memburuk.

DEMAM

Bayi demam jika suhu tubuhnya di atas 37,7° C. Beri asetaminofen untuk bayi (yang sudah Anda konsultasikan dengan dokter) dan tunggu 30-45 menit untuk melihat apakah obatnya bekerja. Longgarkan pakaiannya dan tempelkan spons berisi air bukan di dahi melainkan di ketiak, kaki dan badannya. Susui sesering dan sebanyak mungkin, jika dalam 24 jam tidak kunjung reda, bawa ke dokter.

BATUK

Susui bayi agar lendir kental di saluran nafasnya mencair. Beri minyak telon hangat ke dada dan leher untuk melegakan pernafasan. Singkirkan perangsang batuk seperti bau obat nyamuk atau matikan AC. Untuk bayi di bawah usia 3 bulan, jangan diberi obat batuk kecuali atas petunjuk dokter.

DIARE

Pada bulan-bulan pertama, bayi bisa buang air besar hingga 8-10 kali dalam satu hari karena tubuhnya sedang beradaptasi dan pencernaannya belum sempurna. Tapi jika BAB-nya lebih banyak dari biasanya dengan warna dan bau yang tidak normal, terus berikan ASI agar bayi tidak dehidrasi dan segera hubungi dokter.

JATUH

Perlahan, periksa seluruh tubuh bayi untuk melihat apakah ada perubahan warna kulit, pembengkakan atau gangguan fungsi anggota badan. Gerakkan semua anggota badan secara perlahan dan perhatikan reaksinya. Jika bayi tidak sadarkan diri, segera bawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih seksama.

TERSEDAK

Telungkupkan tubuh bayi dan tepuk-tepuk pundaknya agar benda asing yang berada di saluran pernafasannya keluar. Segera bawa ke UGD jika kesulitan bernafas.