Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Cara Benar Menasehati Si Kakak

Category: Tumbuh Kembang

kakak adikMEMILIKI anak-anak yang rukun dan saling menyayangi merupakan harapan semua orang tua. Namun, dalam kondisi tertentu kita terkadang mendapati hubungan mereka tidak berjalan dengan baik. Terutama ketika mereka mulai mulai beranjak besar dan rasa egonya mulai muncul. Tidak jarang hanya karena masalah makanan ringan atau mainan bisa memicu pertengkaran. Sebagai orang tua kita harus bisa menyikapinya dengan bijak dan adil terhadap keduanya. Jangan sampai mereka merasakan ketidakadilan dengan keputusan yang kita ambil dalam menyelesaikan masalah di antara mereka.

Read more: Cara Benar Menasehati Si Kakak

Kenali Karakter Bayi Anda

Category: Tumbuh Kembang

karakter bayiBAYI lahir dengan karakter yang berbeda-beda walaupun dua bayi kembar sekalipun. Ada bayi yang mudah tersenyum dan mau diajak oleh orang lain yang baru bertemu, namun ada juga bayi yang mudah menangis ketika bertemu wajah baru. Apalagi jika harus menghadapi bayi yang mudah marah dan minta dituruti keinginannya. Oleh karena itu, ada baiknya kita bisa memperhatikan perilaku bayi kita untuk mengenali karakternya sehingga bisa memberikan pola asuh yang sesuai.

Read more: Kenali Karakter Bayi Anda

Menghadapi Anak Marah

Category: Tumbuh Kembang

SEBAGAI orang tua, kita mungkin sering mengeluhkan perilaku anak-anak yang kurang sesuai dengan harapan kita. Walaupun jika ditilik lebih jauh, sebenarnya orang tualah yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan perilaku anak tersebut. Di antara perilaku anak yang sering kita dapati adalah lancang (berani melawan orang tua) dan pemarah.

Read more: Menghadapi Anak Marah

Ketika Anak Marah

Category: Tumbuh Kembang

JIKA anak anda marah, jangan balik memarahi dirinya. Perhatikan hal-hal berikut :

  1. Dengarkan dengan penuh perhatian dan fokus kepada dirinya. Lakukan kontak mata dan sentuh anak dengan lembut.
  2. Beri tanggapan dalam satu kata, bukan nasehat panjang, agar anak bebas berekspresi, "Oh begitu." atau "Hmmm ...".
  3. Berikan nama terhadap perasaan yang dialami anak. "Aku tahu rasanya, kayak ada gunung meletus di dalam dada yaa, nggak enak yaa ?".
  4. Sebut tingkah laku anak, lalu kaitkan dengan emosinya. "Kamu tendang-tendang karena marah yaa ?".
  5. Beri anak waktu untuk mengekspresikan emosinya. Tetapi tetap tegas untuk tidak melanggar kesepakatan bersama. "Kamu boleh menangis keras, namun tidak merusak dan merobek-robek buku".
  6. Bila kita emosi, pisahkan diri dengan tenang. Katakan kita perlu waktu untuk menenangkan diri.
  7. Saat kita sudah tenang, lakukan kontak fisik dengan anak. Bila dia menolak, mendekatlah secara fisik.
  8. Bahas tingkah laku lain yang bisa dilakukan saat dia mengalami emosi yang sama. "kalau lagi kesel, daripada kamu teriak-teriak, kamu bisa bilang kalau kamu tidak suka".
  9. Setelah marah reda, lakukan langkah menyelesaikan konflik bersama anak.

#KeluargaKita