Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Perang Saudara

Category: Tumbuh Kembang

SERINGKALI dalam hubungan kakak beradik, kita jumpai perebutan kekuasaan dalam bermain, si adik merebut dengan paksa mainan baru kakak yang baru saja dibeli tetapi tak mau kalah sang kakak berusaha mati-matian mempertahankan mainannya. Jengkel dengan tingkah laku adik, kakak memukul keras-keras adiknya. Kalau sudah begini siapa yang salah dalam kejadian ini?

Seorang ibu yang bijaksana tentu akan mencoba memahami pertengkaaran ini dengan melihat persoalan dari kacamata kedua pihak, dengan memahami perasaan adik juga perasaan kakak. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

Hindari menyalahkan salah satu pihak

Pertengkaran kakak dan adik adalah salah satu perkembangan wajar sesuai dengan perkembangan psikologisnya. Sangat sulit untuk menemukan siapa yang salah dan siapa yang benar, dan tindakan itupun tidak perlu dilakukan mengingat arti kebenaran menurut kakak, adik dan ibu pun kerap berbeda berdasarkan fase perkembangan usia.

Kakak tidak harus selalu mengalah

Jika orang dewasa mau memahami pola berpikir kakak, maka tidak adil jika harus menyuruhnya untuk terus mengalah. Pola pikirnya yang mengatakan bahwa adiknya salah ada benarnya bukan?

Hargai jika kakak benar

Bagaimana jika anda merasa benar kemudian disalahkan oleh orang lain? Bisakah anda menerima dengan  lapang dada?sulit bukan, apalagi jika orang menyalkahkannya dengan cara memaksa. Ibu harus bisa memahami bahwa kakak juga punya hak untuk mempertahankan mainannya, perkara dia mau meminjamkan mainannya kepada adik,tergantung kebaikan hatinya. Yang perlu ibu lakukan bukan menyalahkan kebenaran yang diyakini kakak akan tetapi menyentuh empati sang kakak untuk mau berbaik hati terhadap adik.

Tunjukkan ketidak mengertian adik

Jika ibu telah berhasil menghargai pendapat yang diyakini kakak, jangan lupa pula untuk menghargai pendapat yang diyakini adik. Jika adik meyakini bahwa setiap barang yang ia sukai harus ia dapatkan itu bukanlah pendapat yang salah untuk usianya, jadi ibupun tidak bisa serta merta menyalahkan adik. Yang lebih baik, ajaklah kakak untuk mau memahami ketidak mengertian adiknya tersebut. Akan lebih mudah dilakukan jika kakak sedikit mereda emosinya, jadi ibu bisa menghargai perasaanya.

Hargai jika kakak mau mengalah

Saat kakak akhirnya mau mengalah memberikan mainan kepada adik, hendaknya orang tua memahami pengorbanan kakak itu bukanlah satu hal yng ringan. Bagi anak-anak bisa mengalah walaupun dia merasa tak salah adalah kebaikan yang sulit adalah kebaikan yang sulit untuk dilakukan, mengingat hingga usia balita rasa keakuan mereka cukup tinggi. Sebaiknya ibu memberi penghargaan khusus kepada kakak jika berhasil melakukan kebaikan, berupa ciuman, pelukan dan sebagainya.

Biasakan segera saling berma’afan

Lebih baik lagi, jika ibu membiasakan kakak dan adik untuk salling memaafkan, ini bisa dilakuka setelah emosi mereka telah mereda. Untuk bermaafan tak perlu diungkit-ungkit siapa yang salah. Yang terpenting tumbuhkan motivasi untuk minta maaf lebih dulu.

Ajarkan kakak dan adik tentang kekeliruaanya disaat yang tepat

Memberi nasehat sewaktu pertengkaran terjadi, emosi sedang membara tak ada gunanya. Orang dewasa pun sulit menerima nasehat jika hati sedang emosi. Itu sebabnya, perlu dicari waktu yang tepat pada saat santai, untuk membicarakan kembali kesalahan-kesalahan mereka saat bertengkar tadi.