Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Membaca dan Menonton Televisi

Category: Tumbuh Kembang

MEMBACA adalah salah satu ketrampilan hidup yang sangat penting. Budaya ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan semua aspek kecerdasan, tidak hanya berbicara dan membaca. Karenanya, mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap buku kepada anak perlu dilakukan sejak dini. Tidak ada kata terlambat untuk memulainya.

MANFAAT - Budaya membaca bisa mendorong kreativitas, daya imajinasi, kemampuan bahasa serta memperluas pengetahuannya. Jika si kecil belum bisa membaca, Anda-lah yang bertugas melakukannya.

Membacakan buku untuk anak, memberi banyak manfaat. Yang paling penting bisa jadi Anda bisa menghabiskan waktu bersama si kecil dan mendorong pelekatan. Anda bisa berbagi kegiatan dengan si kecil yang bisa dilakukan setiap saat dan dimanapun tempatnya. Saat ia duduk di pangkuan Anda, si kecil merasa aman. Inilah kesempatan untuk saling mengenal dan memperkuat ikatan.

Saat membacakan buku atau menceritakan sebuah dongeng, anak belajar mengikuti cerita sejak awal hingga akhir. Huruf dan kosa kata baru yang dikenalkan membuaat perbendaharaan katanya semakin banyak. Cobalah menggunakan nada yang berbeda untuk setiap karakter dalam buku atau dongeng tersebut. Melalui buku, ia belajar tentang pola bicara dan cara membentuk bunyi.

TIPS - Awal mengenalkan buku kepada anak, si kecil biasanya lebih tertarik untuk merobek setiap halaman buku dibandingkan membacanya. Jangan melarang apalagi memarahinya sebab ini menunjukkan minatnya terhadap buku meskipun masih sangat kecil. Untuk membina kecintaan anak akan membaca, Anda bisa mencoba strategi berikut ini:

  • Pilihlah buku yang baik. Anak-anak menyukai buku dengan gambar yang jelas, warna yang cerah serta teks yang singkat dan sederhana.
  • Jadikan kegiatan membaca sebagi rutinitas. Pilihlah satu waktu tertentu dimana Anda dan si kecil nyaman melakukan kegiatan ini.
  • Interaksi. Ijinkan anak untuk membuka halaman atau menunjukkan tokoh cerita dan ajukan pertanyaan untuknya.
  • Gunakan intonasi yang berbeda. Gaya membaca yang beragam lebih menarik dibandingkan dengan satu suara yang monoton.
  • Berikan contoh. Orang tua yang senang membaca biasanya memotivasi anak untuk senang membaca.
MENONTON TELEVISI – Tidak bisa dipungkiri, kehadiran televise memberikan informasi dan hiburan yang cepat dan menarik. TV memberikan pengalaman yang menakjubkan karena bisa menyajikan suara dan gambar pemandangan maupun orang secara bersamaan. Anak-anak bisa belajar dari televise melalui program yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Disadari atau tidak, banyak orang tua yang memanfaatkan TV sebagai pengasuh. Bahkan memberikan ketenangan di dalam rumah ketika Anda membutuhkan waktu untuk istirahat sejenak. Tinggal menekan tombol remote, anak yang rewel pun akan terdiam.

Itulah sisi positif TV bagi Anda. Tetapi ada baiknya Anda menyimak hasil sebuah survey di Amerika. Anak-anak dan orang dewasa ternyata menghabiskan 22-28 jam per minggu atau 3-4 jam per hari untuk menonton TV. Ini artinya anak-anak lebih banyak waktunya untuk menonton televise dibandingkan dengan aktivitas lain yang lebih sehat dan bermanfaat.

Kondisi tersebut menimbulkan gejala obesitas, meningkatkan tingkah laku agresif, meningkatkan rasa takut, menghambat perkembangan keterampilan intelektual serta sosial, menurunkan kemampuan imajinasi dan kreativitas serta mengurangi kemampuan bermain sendiri.

MEMINIMALISASI RISIKO – Pada masa balita, otak anak berkembang sangat pesat. Apapun yang dilihat dan didengar si kecil akan tersimpan di dalam otak dan menjadi contoh bagi dirinya sendiri. Untuk meminimalisasi risiko, tidak ada salahnya mencoba strategi berikut ini:

  • Terapkan aturan menonton TV.
  • Dampingi si kecil saat menonton dan pilihkan acara TV yang sesuai dengan usia anak. Jangan lupa memberikan pengertian dan penjelasan tentang apa yang sedang dilihatnya.
  • Berikan kegiatan alternative atau permainan yang bisa merangsang perkembangan dan daya imajinasi anak.