Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Pengenalan Pada Agama

Category: Tumbuh Kembang

AGAMA adalah konsep yang abstrak, mengingat bicara agama berkaitan dengan keberadaan Tuhan YME. Namun, mengenalkan agama tak perlu menunggu mereka berusia 6 tahun, agama sudah bisa diperkenalkan kepada anak sejak usia nol tahun. Mengapa? sebab setiap anak yang lahir telah membawa bakat agama mereka. Mereka dibekali mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan hati untuk merasakan. Panca indera anak inilah "gerbang pengetahuan". Ketika Anda bernyanyi, sembahyang atau membaca Kitab Suci, panca indera anak akan menangkapnya dan secara otomatis memori merekamnya.

Karena itu, pengenalan pada agama sebaiknya dimulai sejak anak lahir ke dunia. Contohnya pada agama Islam, setiap anak yang baru lahir selalu diperdengarkan adzan atau iqomah pada telinganya, sedangkan pada umat Kristen mereka akan melakukan acara pembabtisan. Ini adalah salah satu wujud mengenalkan agama kepada anak-anak.

Sedangkan untuk mengenalkan sesuatu yang abstrak dalam agama, misalnya tentang keberadaan Tuhan, waktu yang tepat adalah ketika mereka beranjak batita hingga balita atau pada saat  anak sudah bertanya tentang Tuhan. dengan adanya pertanyaan yang dilontarkan si kecil, berari ia sudah siap menerima pengetahuan agama. Sebaiknya Anda memulai dari hal yang konkret seperti mengenalkan ritual agama yang bisa dilihat dan diikuti anak dalam kegiatan spiritual Anda sehari-hari sesuai dengan agama yang dianut, seperti sholat, ke gereja, membaca Kitab Suci ataupun beramal.

Cara Mengenalkan Agama:

  • Kenalkan Tuhan YME pada si kecil lewat ciptaan-Nya, seperti burung yang cantik, bunga yang bewarn-warni, kupu-kupu, termasuk tubuh kita. Niscaya anak akan lebih mudah memahaminya.
  • Katakan pada anak, kalau ia harus bersyukur memiliki hidung, jadi kita bisa mencium bau-bauan. Memiliki mata untuk melihat.
  • Kenalkan pada anak tentang sifat-sifat Tuhan. Misalnya maha pemurah, penyayang, pengasih, dllnya.
  • Selain hal di atas, anak juga harus dilatih untuk memiliki budi pekerti yang baik, hormat pada orang tua, sayang terhadap sesama dan bersyukur.
  • Ajarkan pada anak bersikap baik terhadap dirinya sendiri, seperti menjaga kebersihan. Kalau selesai buang air kecil, ajarkan untuk slalu disiram dan dibersihkan.. Katakan kalau Tuhan mencintai kebersihan.
  • Ajak anak ke rumah ibadah sesuai dengan agama yang dianut.