Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Mandi Bareng sebagai Pendidikan Seks

Category: Tumbuh Kembang

MEMBAHAS masalah seks pada anak memang tidak mudah. Namun, mengajarkan pendidikan seks kepada anak harus diberikan agar anak tidak salah melangkah dalam hidupnya. Menurut Dra Clara Istiwidarum Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting, seks bagi anak wajib diberikan orangtua sedini mungkin.

"Pendidikan seks wajib diberikan orangtua kepada anaknya sedini mungkin. Tepatnya dimulai saat anak berusia nol tahun. Tapi, syarat utama adalah anak-anak merasa nyaman karena belum tentu teman-temannya dapat pelajaran seks dari orangtuanya," papar coach acara talkshow "A Session with Coach Clara" saat ditemui okezone di Citywalk Sudirman, Jumat (11/4/2008).

Menurutnya, pendidikan seks didefinisikan sebagai pendidikan mengenai anatomi organ tubuh yang dapat dilanjutkan pada reproduksi seksual. Dengan mengajarkan pendidikan seks pada anak dapat menghindarkan anak dari risiko negatif perilaku seksual. Sebab, dengan sendirinya dia akan tahu seluk beluk seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat. Termasuk kesiapan mental dan material seseorang.

"Manfaat sex education kepada anak yaitu untuk mengetahui organ-organ kelamin pria dan wanita. Dengan cara seperti ini, anak akan mendapat konsep citra positif sehingga merasa dihargai, dicintai dan anugerah. Dan dengan sendirinya dia akan bisa membentengi diri dari hal-hal negatif," ungkapnya.

Pengenalan seks kepada anak dapat dimulai dari pengenalan mengenai anatomi tubuh. Kemudian meningkat pada pendidikan mengenai cara berkembangbiak makhluk hidup yakni kepada manusia dan binatang. Nah, salah satu cara menyampaikan pendidikan seksual kepada anak dapat dimulai dengan mengajak mereka mandi bersama.

"Mandi bareng bersama anak adalah cara mengajarkan pendidikan seksualitas yang alamiah. Melalui kegiatan tersebut, anak akan merasa disayang dengan pelukan, sentuhan yang penuh kasih sayang. Namun, mandi bareng hanya dapat dilakukan sampai usia balita karena pada usia ini anak sudah dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka," terang ibunda empat orang anak yang selalu tampil cantik ini.

Ditambahkan Clara, cara menyampaikan pendidikan seksual itu pun tidak boleh terlalu vulgar, karena justru akan berdampak negatif kepada anak. Ketika akan mengajarkan pendidikan seks, lihat sasaran yang dituju. Sebab, ketika anak sudah diajarkan mengenai seks, dia akan kristis dan ingin tahu tentang segala hal.

"Syarat utama mengajarkan anak pendidikan seks ialah harus jujur dan terbuka sesuai dengan kapasitas. Karena itu, orangtua tidak perlu tahu segalanya. Kalau memang anak bertanya tentang seks, tapi orangtua tidak mengetahui jawabannya maka jawab saja sejujurnya. Atau bisa tanya ke ahlinya," saran almamater UI yang melanjutkan program S2-nya di Goldsmiths College University of London-United Kingdom itu.

Tak hanya itu saja, lanjut Clara, dalam mengungkapkan pendidikan seks juga harus dengan jujur. "Dalam pembelajaran seks ini sebaiknya hindari pemakaian nama-nama samaran dari alat-alat vital yang dimiliki pria dan wanita. Dan dalam menyampaikannya pun jangan dengan diolok-olok. Sebab, untuk hal yang pribadi dalam lingkungan pribadi akan membuat anak tahu bahwa hal itu memang menjadi bagian dalam hidup," imbuhnya.

Setelah anak mengetahui sex education, anak juga akan mengetahui bagaimana cara untuk menjaga kesehatan. Dengan sendirinya, dia akan tahu bahwa terdapat bagian-bagian tubuh yang tidak boleh diumbar.

"Dalam bagian dari sex education, kita bisa mengajarkan anak untuk berpakaian dalam kamar mandi atau di ruang tidurnya. Jadi, tidak boleh lari-lari sambil telanjang dan mengumbar bagian tubuhnya," pungkasnya. (nsa)

(Sumber: www.okezone.com)