Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Mengajar Anak Senang Belajar

Category: Tumbuh Kembang

BELAJAR di sekolah tidak selalu membuat anak-anak senang. Bagaimana membangkitkan motivasi anak dengan tepat? Anak-anak yang merasa senang dengan berbagai aktivitas sekolah, seakan memiliki otak seperti sebuah spons yang menyerap semua yang dipelajarinya. Anak-anak itu biasanya menunjukkan prestasi belajar yang baik nantinya.

Sementara itu, anak-anak yang tampak enggan melakukan berbagai kegiatan di sekolah biasanya kurang berprestasi. Jika demikian, umumnya orangtua lalu menyalahkan guru dan sekolah karena rendahnya motivasi belajar. Padahal, orangtua memegang peran yang tak kalah penting dibandingkan guru di sekolah.

Menurut Profesor Klinis pada Fakultas Psikologi dan Kedokteran Anak-anak Case Western Reserbe University dan Direktur Klinik Pengembangan Keluarga Cleveland Clinic Dr Sylvia Rimm, orangtua memiliki pengaruh positif yang sangat besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Tidak hanya ketika anak masih kecil, namun juga sepanjang hidupnya.

Dr Rimm menuturkan, motivasi belajar dapat ditumbuhkan sejak dini. Langkah pertama yang dapat dilakukan orangtua terhadap anak-anak yaitu menciptakan rutinitas. Hal itu akan membantu anak mandiri menjalani hari-harinya.

Jika sejak bangun pagi hingga malam hari, aktivitas si kecil tergantung pada orang-orang dewasa. Kemudian mereka mengarahkannya dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain, anak-anak akan memiliki perasaan negatif terhadap dirinya.

"Anak akan belajar bahwa orang lain akan selalu mengambil tanggung jawab dirinya. Dengan begitu, jangan heran jika suatu saat orangtua terganggu oleh ketergantungan anak dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Orangtua juga dapat melakukan pembiasaan belajar pada si kecil. Anak usia prasekolah memang belum memiliki beban akademis yang mengharuskannya belajar pada waktu waktu tertentu di rumah.

"Pada saat itu, orangtua dapat mengajak si kecil melihat-lihat buku ceritanya atau menggambar kurang lebih selama beberapa menit," tutur Dr Rimm.

Director Kinderfield Preschool/ Kindergarten Yustitia mengatakan, untuk menumbuhkan motivasi belajar terutama untuk anak-anak balita ialah dengan memperkenalkan beragam hal konkret termasuk di lingkungan rumah dan keluarga.

"Belajar itu kan tidak harus di kelas atau di depan meja. Belajar dapat dilakukan anak di mana pun dan kapan pun," ujar Yusti, sapaan akrab Yustitia.

Untuk lebih memotivasi anak untuk belajar, Yusti menjelaskan, ketika memulai suatu materi pelajaran dapat dimulai dengan hal yang diminati anak. Contohnya, untuk memperkenalkan konsep angka kepada anak balita, orangtua dapat mengajarkan dengan mempergunakan alat peraga mainan mobil-mobilan yang disukai anak.

"Jika anak suka menyanyi, maka belajar bisa menggunakan lagu. Jadi belajar itu bukan berarti anak harus duduk lalu menulis," terang Yusti.

Dia mengungkapkan pentingnya peran orangtua dalam mengondisikan suasana rumah agar anak semangat belajar. Jika orangtua tidak pernah membaca, sulit seorang anak memiliki kebiasaan membaca karena anak akan belajar dari perilaku orangtuanya. Apalagi, bentuk buku yang dua dimensi sering kali tidak menarik bagi anak.

"Tapi, kalau anak melihat orangtuanya senang membaca, maka ia akan penasaran. Kemudian, untuk mendorong anak mau membaca, orangtua bisa bercerita tentang buku yang dibaca. Sehingga, anak tahu bahwa ada manfaat yang bisa diambil dari membaca," papar Yusti. (sindo/ty)

(Sumber : www.okezone.com)