Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Menjalin Ikatan Ibu dan Bayi

Category: Tumbuh Kembang

bonding-ibu-bayiIBU mana yang tidak ingin memiliki kedekatan atau keterikatan dengan bayinya atau biasa disebut dengan bonding. Dalam literatur psikologi, bonding sering diasosiasikan dengan keterikatan pada beberapa hari sampai beberapa minggu setelah kelahiran anak. Para ahli psikologi lebih suka menyebut proses pembentukan keterikatan tersebut dengan istilah attachment. Umumnya, bonding menggunakan bahasa tubuh atau non-verbal, ada sensasi, serta perasaan. Kontak fisik atau sentuhan antara ibu dan bayi menimbulkan kehangatan, kasih sayang, rasa bahagia, rasa aman, rasa mencintai di antara ibu dan anak.

Di saat kita takut atau sedih, pelukan seolah menjadi obat yang dapat menyembuhkannya. Karena itu, bonding sangat bermanfaat bagi bayi juga ibu. Jadi, apabila ibu memberikan rasa hangat dan nyaman secara konsisten dan kontinu kepada bayi, maka bayi akan merasa aman, dicintai, dan terlindungi, serta akan mengembangkan perasaan bahwa orang-orang di dunia sosialnya dapat dipercaya dan saling menyayangi. Sebaliknya, jika ibu tak dapat memberikan bonding, bayi akan mengembangkan rasa tidak percaya dan akan selalu curiga kepada orang lain. Jelaslah, bonding sangat memengaruhi perkembangan kepribadian bayi kelak.

Sebaiknya ibu melakukan bonding segera setelah bayi lahir. Caranya dengan melakukan kontak dini antara bayi baru lahir dan ibu, yang disebut inisiasi menyusu dini (IMD). Bayi ditengkurapkan di dada ibu dengan kulit bayi menempel pada kulit ibu (skin to skin contact) dan diselimuti. Ibu dapat memeluk, membelai punggung bayi, bahkan mengajaknya bicara. Berbagai sikap itu dapat meningkatkan hubungan psikologis ibu dan bayi, menambah rasa kasih sayang ibu, dan menstabilkan pernapasan bayi, juga mengasah gerakan refleks bayi dalam mengenali dan mencari puting serta menyusui, yang ujungnya dapat mempererat hubungan ibu dan bayi.

Berikut beberapa cara untuk menjalin bonding antara ibu dan bayinya :

  • Babymoon. Cara ini sangat efektif menumbuhkan ikatan batin ibu dan bayinya. Batasi kunjungan orang atau bila perlu, pergilah ke suatu tempat untuk berduaan bersama bayi Anda, tanpa diganggu orang lain.
  • Menyentuh kulit bayi. Cara ini membantu merangsang perkembangan panca inderanya. Letakkan bayi di atas dada Anda sehingga terjadilah kontak skin to skin.
  • Bicara. Mengajak ngobrol bayi akan membuat Anda dan bayi saling memahami.
  • Menggendong dengan sling. Cara ini dapat mempercepat terjadinya ikatan batin ibu dan bayinya dibandingkan bayi yang lebih sering dibaringkan di stroller.
  • Menyusui. saat menyusui, ibu dapat melakukan berbagai aktivitas seperti membelai, melakukan kontak mata, dan mengajaknya berbicara atau bercanda. Itulah bentuk stimulasi ibu pada si kecil. Ia akan menyerap kosakata sehingga melatih kemampuan berbahasanya, mengasah kecerdasan interpersonalnya, dan lainnya. Agar ibu dapat mengoptimalkan bonding, tingkatkan perasaan rileks, karena perasaan tenang akan menghasilkan lebih banyak ASI, sehingga ibu dapat memberikan nutrisi terbaik ini (ASI) dengan maksimal pada bayi.
  • Pijat. Selain membuat bayi nyaman, pijat juga akan membantu berbagai organnya berkembang lebih aktif. Batin Anda dan bayi tersambung lewat sentuhan hangat dan lembut tangan Anda.
  • Konsumsi zat besi. Ibu yang kekurangan zat besi (anemia) butuh waktu lebih lama untuk menjalin bonding karena ia tak punya cukup energi untuk mendekatkan diri dengan bayinya.

Foto: www.sheknows.com