Mobile Joomla Templates by Best Web Host

Cara Benar Menasehati Si Kakak

Category: Tumbuh Kembang

kakak adikMEMILIKI anak-anak yang rukun dan saling menyayangi merupakan harapan semua orang tua. Namun, dalam kondisi tertentu kita terkadang mendapati hubungan mereka tidak berjalan dengan baik. Terutama ketika mereka mulai mulai beranjak besar dan rasa egonya mulai muncul. Tidak jarang hanya karena masalah makanan ringan atau mainan bisa memicu pertengkaran. Sebagai orang tua kita harus bisa menyikapinya dengan bijak dan adil terhadap keduanya. Jangan sampai mereka merasakan ketidakadilan dengan keputusan yang kita ambil dalam menyelesaikan masalah di antara mereka.

Tidak jarang orang tua yang lebih membela si adik karena menganggap si kakak lebih besar dan pantas untuk bisa selalu mengalah terhadap adiknya. Sebenarnya sah-sah saja, namun gunakanlah penyampaian yang mendidik. Hindari menggunakan ungkapan-ungkapan bernada seperti ini, “Lagi-lagi kamu bikin adikmu menangis. Kenapa kamu selalu kasar kepada adikmu? Adikmu, kan, masih kecil!”. Ucapan ini mengandung cap negatif, "penyebab adik menangis" atau "kasar" yang tidak kita sadari telah kita labelkan kepada si kakak. Label sebagai ‘penyebab adik menangis’ atau ‘kasar’ akan membuat dirinya akhirnya suka mengasari adiknya (walau awalnya ia tidak seperti itu). Hal ini biasa disebut dengan self-fulfilling prophechy, artinya anak benar-benar mengambil peran seperti yang dilabelkan sebagai bagian dari pribadinya.

Nah, untuk menghindari hal tersebut terjadi pada anak-anak kita, maka tugas orang tua adalah mendukung setiap anak dalam peran-peran positif dalam interaksi dan hubungan mereka terhadap saudara maupun orang lain. Salah satu caranya adalah dengan menyampaikan ungkapan atau nasehat yang bernada positif, seperti "Kakak yang baik, mau meminjamkan mainannya kepada adiknya, anak-anak Mama selalu bersedia berbagi dan saling meminjamkan mainan". "Ayo, jagoan Mama, jadilah pahlawan yang bisa menjaga adik-adiknya". "Sabar yaa Kak, adikmu masih kecil, kakak yang baik pasti tahu cara yang baik meminjam mainan kepada adiknya".

Dengan demikian, anak akan tahu apa yang orang tua harapkan dari dirinya, tanpa memberi predikat negatif. Tanpa terkesan memaksakan, secara tak langsung kita sekaligus telah mengajarkan kepadanya cara yang lebih baik yang seharusnya ia gunakan untuk menghadapi adiknya.